Kejutan Lutfi…..

“Bunda, Kakak punya kejutan……….” sambut sulungku sepulangku dari kantor siang ini. Sekilas kulihat bercak-bercak noda lumpur di baju dan celana yang dikenakannya. “Kejutan apa, sayang?” selidikku.”Tapi janji dulu, bunda tidak marah, Oke?!” pintanya. “Oke” jawabku.
Dengan antusias ia menarikku ke luar ke samping rumah. “Tadaaaa…… ini dia Pembangunan Jalan….. Seperti di Bob Builder kan Bunda?” terangnya bangga.lutfi sedang bermain pembangunan jalan
Awalnya mau marah. Bagaimana tidak, tengah hari bermain air, pasir dan lumpur, wajah blepotan, baju berantakan, belum lagi adiknya yang langsung ikut bergabung. Tapi melihat kebahagiaan di wajah mereka urung juga niat itu. Teringat slogan sebuah produk detergen “berani kotor itu baik”…. ya, biarkan anak bermain sesukanya meskipun baju yang dikenakannya menjadi kotor, biar detergen yang membersihkannya (tentunya dengan bantuan kucekan tangan atau mesin cuci, hehehe)

Anak dapat dengan mudah mempelajari sesuatu dari aktivitas bermain karena bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan buat mereka. Dengan bermain anak akan merasa senang dan bahagia dan itu akan menyebabkan syaraf-syaraf di otaknya saling terhubung dengan cepat sehingga dapat membentuk sebuah memori baru.

Pada umumnya anak belajar lewat partisipasi aktif, berusaha melakukan sesuatu sendiri, terutama dengan menggunakan tangan mereka. Sejalan dengan metode Montessori yang menyatakan bahwa proses pembelajaran memiliki tiga bagian, yaitu otak, indra dan otot dimana ketiganya harus bekerja sama agar pembelajaran dapat terjadi. Sebagai contoh anak belajar tentang air, bahwa air itu basah, air bisa panas atau dingin, air mengalir dari tempat yang lebih tinggi, air bisa berubah-ubah bentuk mengikuti wadahnya, dan masih banyak lagi. Hal ini akan dipelajari oleh si anak dengan bermain air di kamar mandi, di dapur, di kolam ikan, atau tempat-tempat lainnya. Jadi tak ada alasan untuk cemas jika si kecil bermain-main air karena dia sedang dalam proses belajar. Hanya saja terkadang kita perlu bergabung,  mendampingi atau mengawasi agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Menemani anak bermain akan memberi manfaat tersendiri, sebagai hiburan sekaligus pendampingan anak. Asal jangan terkesan mengatur dan menggurui karena anak juga butuh mengekspresikan diri. Lihat, betapa bangganya mereka ketika mampu membuat sesuatu dengan hasil jerih payahnya sendiri.
Jadi, Ayah dan Bunda biarkan si kecil bermain dan berkreasi agar bertambah cerdas dan kreatif….

2 Komentar

  1. “segera mencuci itu baik”
    jangan kelamaan menyimpan pakaian kotor ya🙂

    • tenang, kan ada rinso dan zinnia….. piiiizzzz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: