Pasar Malam Waktu Sore……….

Tadi sore aku mengajak kedua anakku jalan-jalan ke pasar malam yang kebetulan berlokasi di lapangan bola tak jauh dari rumah kami. Namanya juga pasar malam, bukanya ya tentu saja malam hari. Sayangnya kedua anakku biasanya sudah terlelap, justru saat keramaian di pasar malam tersebut dimulai, yaitu pada jam 8 malam. Sebagai gantinya, aku mengajaknya jalan-jalan di sore hari. Tak terlalu ramai tapi cukuplah buat memenuhi hasrat dan keinginannya melihat dan mencoba beberapa wahana yang ada sekaligus bermain-main bersama beberapa orang temannya yang juga tetangga kami.

Setelah mandi sore dan berganti pakaian, tak lupa memakai sepatu, berangkatlah Kakak dengan wimcycle “Spyderman”nya dan Adik dengan “Family” roda tiganya (tentunya dengan di dorong bunda).

Sesampainya di sana, kubiarkan keduanya berlari kesana kemari, mencoba berbagai wahana yang ada, meski terbatas dan tak semua bisa dimainkan.

rafa dan lutfi naik komidi putar


mencoba kereta mini


Setelah puas bermain, mulailah sulungku berjalan dari satu stand ke stand lainnya. Mengamati, bertanya dan berkomentar. “Bunda, ini pabrik rokok ya? Banyak sekali…” Tanyanya saat kami melewati stand rokok. “bukan sayang, ini namanya stand rokok, seperti toko, tapi yang di jual rokok semua” jawabku “Oh, begitu ya, padahal katanya rokok berbahaya ya Bunda?” aku Cuma mengangguk sambil tersenyum.

“Waaaah, banyaknya barang-barang…..” komentarnya ketika melewati stand Alat Rumah Tangga. Lalu sampai di stand baju-baju, kedua anakku bermain petak umpet diantara baju-baju yang tergantung. Beberapa kali teguran dariku tak mempan rupanya, dasar anak-anak semua bisa dijadikan arena bermain.

bermain di antara baju-baju


Melewati beberapa stand lainnya, aku baru menyadari kalau ternyata sulungku sedang tidak berada di dekatku. Panik….. tentu tidak, karena aku hapal betul lokasi tempat ini dan juga sangat hapal kebiasaan anakku. Paling ada mainan dekat-dekat sini. Benar saja, aku dapati dia sedang asyik melihat dan memilah-milah mainan di stand mainan anak-anak.

lihat-lihat dulu mainan mana yg bagus


milih-milih mainan

Kuperhatikan saja aktivitasnya dari jauh. Pertama kulihat dia memegang pedang mainan lalu beraksi menebas kiri kanan, setelah itu pesawat yang diliuk-liukkan di udara dengan tangannya, lalu mobil-mobilan, dan terus berganti dengan mainan lainnya sampai dia berhenti dan berlari menghampiriku. “Bunda bawa uang kah?” tanyanya. “Iya, tapi tidak banyak. Kenapa sayang?” tanyaku. “belikan kakak mainan ya Bunda, plisss…..” katanya memelas. “mainan apa? Klo mobil-mobilan sama pesawat-pesawatan bunda nggak mau ah. Mainan kakak sejenis itu di rumah sudah banyak.” Lanjutku. Dia tidak berkomentar tapi langsung menarik tanganku, “itu lho, yang itu…..!” ia menunjuk sekantung mainan yang di gantung. “sayang, kayaknya kamu sudah punya” .”aduh Bunda, perhatikan baik-baik….. tidak sama”. Setelah kuperhatikan ternyata memang berbeda dari miliknya di rumah. Dan setelah menanyakan harganya, sedikit tawar menawar, jadilah mainan itu berpindah ke tangan anakku.

Blocks, Building Toys


Hmmm…. Anak yang pandai, karena mainan yang dipilihnya adalah building blocks. Meski di rumah dia punya banyak, karena setiap liburan ayahnya pasti membelikan, tapi ini agak berbeda bentuknya. Kami sebagai orang tua setuju sekali dengan mainan sejenis ini karena mengandung unsur edukasi yang berfungsi untuk :
– Melatih kreatifitas dan imajinasi anak (anak akan dipandu untuk menggunakan otak kanan dengan lebih dominan)
– Melatih anak untuk menjadi lebih sabar dan mandiri
– Mengenalkan anak pada konsep bentuk dan bangunan yang beragam
– Menghasilkan kepuasan pada anak yang berujung pada peningkatan rasa percaya diri karena bisa menciptakan sesuatu
– Melatih kemampuan verbal, yaitu kemampuan dalam hal bercerita (terutama mengenai imajinasinya terhadap bentuk yang sedang atau telah ia buat)

lutfi dan rafa sedang asyik bermain building blocks

Tak butuh waktu lama, begitu sampai rumah…. Byooooooor…. semua mainan itu berpindah dari kantong plastik bungkusnya ke atas meja kayu. Jadilah keduanya bermain dengan asyiknya. Aku hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya. Inilah dunia anak-anak…

1 Komentar

  1. lutfi … the builder🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: