Gara-Gara Bedak

       Beberapa hari yang lalu, seperti biasa sulungku bercerita tentang aktivitasnya di sekolah. Sudah menjadi rutinitas, setiap aku pulang kantor, di waktu senggang, kuminta dia bercerita tentang kejadian apa saja yang terjadi di sekolah dan apa saja aktivitasnya. Kegiatan ini selain salah satu bentuk perhatian terhadap anak, juga untuk mengasah kemampuan verbalnya mendeskripsikan sesuatu.

Berjalan di atas titian, salah satu aktivitas Emil di PAUD


“Bunda, tadi PRku dapet 100 lagi.” “Tadi, disuruh menggambar sama Bu Guru, aku menggambar pemandangan, ada gunung, matahari, sawah sama mobil”. “ Tadi, olahraga bowling mainan, tiga kali lempar bola, pin-nya jatuh semua”.”Tadi, olahraga basket, disuruh 5 kali masukin bola ke keranjang, tapi kakak cuma bisa tiga kali”.”Tadi di sekolah, kakak di suruh memimpin teman-teman bersiap”. “Tadi di sekolah kakak paling cepat selesai nulisnya”, dan masih banyak lagi cerita lainnya.

       Tapi beberapa hari lalu ada yang berbeda. “Bunda, jangan marah ya?!” begitu katanya saat aku membuka percakapan dengannya dengan bertanya “Kak, bagaimana di sekolah hari ini? Ada kejadian apa saja?”. “Hmmm… Ada apa?” lanjutku. “Tapi janji jangan marah ya?!” pintanya. “Janji, tapi kakak harus cerita yang sebenarnya, jangan bohong, ok?” kataku. “Oke”. “Tadi kakak bertengkar dengan teman” katanya singkat. “Lho, kenapa?” selidikku. “ Kakak tidak suka, kemana-mana di ikuti, main apa saja dia juga mau main yang sama, terus dia marah-marah dan mendorong kakak sampai jatuh, jadinya kakak marah, kupukul saja dia” terangnya. “Lho, kok gitu. Tidak baik itu Kak, apalagi sama teman sekelas. Bertengkar itu perbuatan tidak terpuji. Anak shaleh ga boleh begitu…” kataku. “Kakak ga tanya, kenapa dia selalu mengikuti ?”lanjutku.”katanya sih, mau main sama Kakak, tapi kakak tidak mau” katanya. “Hah, kok Kakak begitu sih. Kenapa nggak mau?” tanyaku sedikit heran. “Kakak tidak suka, bedaknya coreng moreng di mukanya, tidak rata” jawabnya singkat. Ya Allah…. Mau marah, tapi menahan geli juga. Cuma gara-gara bedak….. ada-ada saja anak-anak.

       “Kak, berteman itu dengan siapa saja. Tidak hanya berteman dengan teman yang cantik atau yang ganteng saja. Tidak hanya dengan yang berbaju rapi saja. Tidak hanya dengan yang bersisir atau memakai bedak dengan rata. Barangkali saja waktu itu, bundanya lagi sibuk jadi dia memakai bedak sendiri, terus wajahnya masih basah karena waktu selesai mandi belum di lap tapi langsung bedakan, jadi deh belepotan. Kakak tidak ingat ya, kadang bunda juga begitu, kakak pernah bedakan tidak rata karena tidak sabaran nunggu bunda selesai, buru-buru mau main. Nah, besok coba kakak main sama-sama ya sayang!” terangku panjang lebar.

       Belakangan aku baru tahu nama anak itu Sultan. Anaknya jarang masuk sekolah karena ibunya baru melahirkan. Sekarang dia menjadi salah satu teman akrab Si Emil. Setiap hari selalu bermain bersama dan tidak pernah bertengkar lagi karena ternyata dia anaknya sabar dan suka mengalah. Ini kuketahui dari cerita si Emil yang dibenarkan oleh tantenya yang bertugas mengantar jemput Si Emil dari sekolah setiap harinya. Ternyata sejak awal dia ingin berteman hanya saja caranya yang salah. Eh, bisa jadi dia benar tapi sulungku yang salah tanggap. Ah, aku tak ambil pusing. Yang penting, anakku mendapatkan pelajaran yang berharga bahwa menilai sesuatu tak boleh hanya dari luarnya saja. Sekaligus mengingatkanku juga bahwa biarpun sudah dewasa tak jarang kita juga bertingkah seperti anak-anak, kita juga sering kali hanya melihat dan menilai sesuatu dari luarnya saja. Padahal belum tentu yang tampak kurang bagus dari luar berarti buruk juga isinya.

1 Komentar

  1. bunda juga kalau ngasih beda yang rata dong😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: