Asyiknya Bermain Rumah-Rumahan

Pagi ini, setelah shalat subuh. Kusiapkan wimcycle “spyderman” kakak dan “family” roda tiga adik. Rencananya pagi ini kegiatan kita berjudul “bersepeda ria”. Namun apa hendak dikata, cuaca sedang tidak mendukung, tiba-tiba saja mendung tebal dan turun hujan deras. “Rainy in sunday morning”, acara bersepedanya batal deh.

Begitu bangun, sulungku langsung bertanya “Bunda, ini sudah pagi ya?”. “Iya, sayang” jawabku. “Horeeee…. Sebentar lagi bersepeda. Jadi kan Bunda?” tagihnya. Aku memang sudah berjanji padanya kalau pagi ini kita akan bersepeda. Mengingat hari ini hari minggu, biasanya kendaraan agak sepi jadi aku bisa bebas membiarkan sulungku mengayuh sepedanya tanpa kekhawatiran diserempet kendaraan yang biasanya lalu lalang. “Kakak dengar tidak, ini suara apa?” tanyaku. “ehm, apa ya?” lanjutnya sambil memegang telinga dan memasang wajah serius. “ah, aku tahu. Ini pasti suara petir dan rintik hujan Bunda.” jawabnya semangat. “yaaaaaah, berarti tidak jadi bersepeda deh.” Lanjutnya, ketika menyadari bahwa tidak mungkin bersepeda dibawah guyuran hujan.

Ada rasa iba, melihat kekecewaan di wajah sulungku. “Bagaimana kalau kita bermain building blocks” tawarku. “nggak ah, bosan…..” jawabnya. “atau main laptop?” lanjutku. “lagi nggak ingin” jawabnya. Aku jadi bingung kira-kira apa yang bisa mengobati kekecewaan sulungku.

“Ah, kenapa ya mesti ada hujan? Jadi basah semua, tidak bisa bermain sepeda. Coba kalau tidak pakai hujan kan bisa bersenang-senang bermain di luar. Terus kalau hujannya terus-terusan dan tidak mau berhenti nanti banjir. Terus rumahnya hanyut. Terus kita tinggal dimana?” Gerutunya panjang lebar. “Eh, Kakak…. Tidak boleh bilang begitu. Nanti Allah marah lho…. Kalau semisal tidak ada hujan, air sungai kering, air sumur juga kering. Terus Kakak minum pakai apa? Mandi pakai apa? Terus tanaman di siram pakai apa? Semua mahluk hidup bisa mati dong.” Kucoba memberi sedikit penjelasan. “kita juga bisa mati?” tanyanya. “ya, iyalah. Kakak, adik, bunda, ayah, mbah, bu de, pokoknya semua orang bisa mati.” Jawabku. “tapi kalau hujan terus-terusan kan bisa banjir bunda” lanjutnya. “iya Nak, tapi itu karena ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Menebang pohon sembarangan, hutannya jadi gundul. Kalau hutannya gundul, tidak bisa menampung air di dalam tanah. Jadi begitu musim hujan tiba, airnya juga langsung mengalir kemana-mana karena tidak ada penahannya. Coba perhatikan kalo kakak dan adik keramas. Kalau kakak keramas airnya cepat kering karena rambut kakak pendek. Begitu disiram langsung turun. Kalau adik rambutnya agak panjang jadi keringnya agak lama, karena ada air yang tinggal disela-sela rambutnya yang panjang.”terangku. “Oh, begitu ya bunda?” lanjutnya manggut-manggut. Emil…. Emil… ada-ada saja.

Tak lama berselang adiknya bangun. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. “Bagaimana kalau Kakak main rumah-rumahan saja sama adik?!” tawarku. “Wah, iya, iya, iya…. Kakak mau, Bunda” sahutnya semangat. “Ayo dik Rafa, kita main rumah-rumahan” ajaknya yang langsung di amini oleh adiknya.

Jadilah acara Minggu pagi ini berganti judul menjadi “asyiknya bermain rumah-rumahan”

Diawali dengan menyusun satu persatu mainan huruf yang berbentuk persegi

Setelah menghubungkan beberapa bagian, bentuk bangunan mulai nampak

Nah, rumah-rumahannya sudah hampir selesai

Adik dan kakak siap menghuni rumah mainannya

Nah, seru bukan?! Selain bermain mereka juga bisa berkreasi dengan membuat bentuk bangunan sesuai dengan keinginannya. Lihatlah betapa gembiranya adik dan kakak menikmati hasil karyanya.

1 Komentar

  1. bisa dicoba hujan-hujanan di sore hari🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: