Mother Bukan Monster I Buku Inspiratif Untuk Para Ibu

Liburan akhir tahun kemarin, suamiku menghadiahkan sebuah buku. Sebenarnya ini bukanlah hal yang baru bagiku karena membelikan buku bacaan dan majalah (Ummi & Reader Digest) termasuk salah satu rutinitasnya. Ya, mungkin ini salah satu upaya mencerdaskan istri selaku sekolah pertama bagi kedua buah hatinya atau minimal agar tak ketinggalan informasi, hehehe.

Buku itu dibelinya di IBF 2011 awal Desember kemarin. Masih ingat waktu dia menelpon dan berkata “ Bunda, aku beliin Bunda buku. Bagus deh. Isinya Bunda banget. Dijamin Bunda pasti suka. Minimal setelah membacanya nanti, Bunda merasa nggak sendirian menghadapi tingkah polah anak-anak seperti  Emil dan Rafa….”.

Sudah beberapa lama buku itu menghuni rak buku. Waktu datang, suamiku langsung sibuk dengan anak-anak yang berpesta dengan buku-buku yang juga dibeli ditempat yang sama. Berbagai jenis buku cerita dan buku aktivitas untuk balita segera berpindah dari box ke atas meja. Maklum, lagi diskon besar-besaran, jadi belinya juga membabi buta, hehehe. Dan akhirnya, suamiku harus kewalahan melayani berbagai permintaan kedua bocah itu hingga ia lupa memberikan buku yang dijanjikannya padaku. Sama halnya aku lupa menagih janjinya.

Akhirnya, baru hari ini aku sempat membaca setelah tak sengaja melihat judulnya yang menggelitik “ Mother Bukan Monster” di rentetan buku yang berjajar rapi di rak. Dan, buku ini ternyata benar-benar spesial. Kenapa? Karena setidaknya ada empat alasan mengapa buku ini tergolong spesial (terutama bagiku):

  1. Judulnya simpel tapi sangat menarik, membuat penasaran “Mother Bukan Monster” kesannya malah sedikit lucu. Sangat pas untuk para ibu (seperti aku, apalagi aku tergolong ibu yang kadang emosional)

    Buku " Mother Bukan Monster"

  2. Catatan ditulis oleh salah seorang penulis/novelis favoritku sejak jaman masih SMA ( pertama mengenal majalah remaja dan novel/novis) Mas Gol A Gong (selain HTR, Asma Nadia, Pipit Senja, Ifa Afianty dan biru laut). Apalagi berkolaborasi dengan istri tercinta Mbak Tias Tatanka.
  3. Buku ini adalah kumpulan cerita pengalaman sehari-hari sebagai ibu dan istri dari lima belas ibu luar biasa.
  4. Buku ini lengkap dengan tanda tangan asli dan note dari Mbak Tias dan Mas Gong

    Tandatangan dan note dari Tias Tatanka

Tandatangan dari Gol A Gong

Dan, isinya persis dengan apa yang pernah dilontarkan suamiku “Bunda banget…..” hehehe. Sembilan puluh persen kisahnya sepertinya pernah bunda alami. Bagus tidaknya sih memang subjektif tapi aku yakin, setiap ibu yang membaca pasti akan memberi penilaian yang sama, Bagus dan Sangat Inspiratif.

“Bibir Tias pun tiba-tiba saja mengerucut, nafas turun naik, mata mendelik menahan amarah. Pokoknya sadar diri, saat itu muka Tias ga ada cantik-cantiknya sama sekali!” Salah satu kalimat dalam catatan Gol A Gong dan Tias Tatanka yang mengingatkanku pada kalimat suamiku “ Bunda kalau marah, wajahnya cemberut, merengut, mata melotot, jeleeeeek banget, menakutkan, lebih baik kabur. Seandainya ada kamera, mau ayah foto trus kalau sudah nggak marah mau ayah tunjukin biar tahu kalau marah bunda jadi jelek, makanya anak-anak pada ketakutan.” Nah kalau marah kayak gini, sepertinya kurang tanduk dan taring, berubah deh jadi monster, hehehe…. Bedanya, kalau mbak Tias lebih sering TIDAK LULUS menjadi monster ketika marah tapi aku justru kebanyakan LULUSnya, karena nyaris setiap hari senewen dengan ulah anak-anakku.

Setelah membaca buku ini, Bunda jadi tahu, ternyata tak hanya Bunda yang kadang marah, kesal, jengkel…. ternyata tak hanya Emil dan Rafa yang hiperaktif, ga bisa diam, suka bikin ulah, suka banyak protes, dll, dsb…. Masih banyak ibu, bunda dan mama lain yang juga mengalami hal yang sama. Hanya saja sebahagian dari mereka lebih bijak menyikapi dan lebih sabar daripada bunda.

Bunda memang harus lebih banyak introspeksi, belajar untuk lebih bijak dan belajar untuk lebih sabar. Kalau mereka bisa, kenapa Bunda tidak?! Meski Bunda pernah bahkan mungkin sering jadi monster, tak ada salahnya kalau bunda berkeinginan untuk tak mau jadi monster lagi. Eh, salah ding bukannya tak ada salahnya, malah HARUS…. hehehe

Khusus Buat Suamiku tercinta “ Terimakasih Ayah sayang, this is really a little thing with big influence “

1 Komentar

  1. baru percaya ketika orang lain yang bilang😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: