Serunya Bermain di Halaman

Sore hari adalah salah satu waktu yang paling ditunggu-tunggu kedua buah hatiku. Apalagi kalau hari sedang cerah. Ada apa dengan sore hari? Ya, karena sore hari adalah waktu untuk bermain bersama teman-temannya. Dan biasanya sulungku sudah membuat janji dengan mereka di sekolah pada pagi harinya. “Bunda, nanti sore Ariel, Happa, Indi, Addi sama anak-anak yang lain mau main ke sini. Tadi sudah janjian di sekolah. Boleh ya?!”  lapornya sepulangku dari kantor. “Boleh dong, asal jangan bertengkar dan mainannya dirapikan kembali setelah dipakai. Oke?!” pesanku. “Oke, Bunda Bundi…” serunya senang.

Ada dua hal yang sering dilakukan sulungku kalau sedang bermain dengan temannya di rumah. Kalau tidak bermain di halaman, ya biasanya menonton film kartun beramai-ramai. Kebetulan kami punya banyak koleksi film kartun baik hasil download dari internet maupun kaset dvd yang dibelikan ayah. Dan film kartun yang paling digemari adalah “paddle pop elemagika” hadiah dari membeli lima buah es krim. Nyaris setiap hari diputar, tak bosan-bosan juga mereka. Salah satu alasan kuat dikarenakan filmnya sudah di dubbing berbahasa indonesia dan ceritanya juga tentang petualangan. Setelah bosan menonton, barulah aktivitas mereka berlanjut di luar rumah.

Seperti biasanya, sore ini sulungku sudah menunggu temannya di halaman rumah dengan dua kardus mainan building blocks. Dan benar saja, tak butuh waktu lama mereka semua sudah datang dan tanpa dikomando langsung berebut untuk membuat berbagai bentuk yang disukai.

lagi asyik menyusun building blocks

Kalau sulungku dan teman-temannya sibuk menyusun building blocks, maka bungsuku malah asyik bermain bola sendiri. Bola yang ditinggalkan pemiliknya karena sedang asyik bermain bentuk. Mungkin karena ia merasa tak mampu bersaing menyusun block-block yang diambil sulungku dan teman-temannya dengan sedikit berlomba. Prinsipnya, siapa cepat dia dapat, hehehe….

Rafa asyik bermain bola

Setelah masing-masing menyelesaikan bentuk yang disukainya jadilah ajang pameran hasil karya. Tak lama kemudian di bongkar lagi, bentuk lagi, begitu berulang-ulang sampai akhirnya entah siapa yang memulai, building blocks tiba-tiba berubah bentuk menjadi pucuk-pucuk senjata dan “door… doorrr….” jadilah adegan tembak-tembakan yang seru. Sampai ada yang berguling dan naik di pohon. Begitulah anak-anak, selalu penuh dengan ide, apalagi kalau sedang bermain.

Emil dan Rafa memanjat pohon

Bermain tembak-tembakan

Permainan seru tak hanya bisa di dapat di wahana-wahana rekreasi, di halaman rumah juga bisa. Asal ada teman bermain dan benda yang bisa dimainkan. Tak perlu mahal, bisa menggunakan benda-benda di sekitar rumah juga.

2 Komentar

  1. panjat memanjat pohon🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: