Biasakan Anak Baca Buku

“Bunda, biasakan anak-anak kita membaca buku. Kalau toh sekarang mereka belum bisa membaca, itu menjadi tugas kita sebagai orang tua untuk mengenalkan buku-buku pada mereka dengan cara membacakan isi dari buku tersebut, agar mereka terbiasa nantinya.” Begitu pesan suamiku padaku saat kami merapikan buku-buku yang baru dibeli di IBF akhir tahun 2011 lalu.

Aku sangat setuju dengan apa yang dikatakannya. Membacakan buku cerita atau berdongeng tak hanya merupakan salah satu bentuk stimulasi untuk mengembangkan kecerdasan bahasa/linguistik si anak tapi juga dapat mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak karena waktu yang dihabiskan bersama anak merupakan moment berharga yang sangat berpengaruh dalam perkembangan mental mereka. Merasa diperhatikan, disayang dengan meluangkan waktu akan memberi efek positif pada perkembangan mereka.

Kendalanya terkadang justru datang dari kita orang tua. Tak jarang anak kita sangat antusias terhadap suatu buku/bahan bacaan tapi justru kita tak punya cukup waktu untuk melayani keingin tahuan anak kita terhadap bacaan tersebut, terutama anak-anak balita yang masih belum bisa membaca dan ini berarti kita yang harus full membacakan seluruh isi ceritanya. Tak hanya itu, jika kita membacakan cerita, kita juga harus siap dengan berbagai pertanyaan yang terkadang justru seratus delapan puluh derajat bedanya dengan isi cerita.

Sulungku berusia 5,5 tahun, baru belajar mengeja dan bungsuku berusia 2,5 tahun sama sekali belum bisa membaca jadi otomatis setiap buku cerita harus dibacakan. Ditambah lagi terkadang keduanya minta dibacakan cerita yang berbeda, jadi bingung, hehehe. Solusinya ya kalau ada ayah, jadi masing-masing dapat satu pendongeng. Kakak dengan ayah dan adik dengan bunda atau sebaliknya.

Tak jarang kakak malah yang membacakan cerita untuk adik, lebih tepatnya sih menceritakan kembali dengan cara menghapalkan cerita dari gambar-gambarnya, soalnya kakak belum bisa membaca. Dan salah satu buku cerita favoritnya ya “Dongeng dengan Stiker” terbitan Erlangga For Kids. Kadang aku heran, kok bisa dia tahu kalau aku melewatkan beberapa kalimat di cerita padahal dia belum bisa membaca. Pas kutanyakan, eh ternyata, dia hapal cerita dari gambar-gambarnya.

 

Buku cerita dengan stiker terbitan Erlangga for Kids

 

Yang menarik dari buku ini, selain dilengkapi stiker bergambar yang merupakan bagian dari isi cerita, buku ini juga dilengkapi stiker gambar bebek kuning lucu dengan tulisan “aku menemukan bebeknya” yang harus ditempelkan pada semua gambar bebek tersembunyi yang ada pada setiap halaman buku cerita. Menemukan bebek-bebek tersembunyi inilah bagian yang paling disukai anakku. “Ini bebeknya, Bunda….”, “Ini ada lagi……”, “yang ini juga…..”, “hore…… dapat semua” pekiknya gembira setiap kali menemukan gambar bebek tersembunyi itu. Dan tak butuh waktu lama untuk memindahkan semua stiker itu ke dalam buku.

 

Kakak dan Adik membaca/melihat buku cerita

2 Komentar

  1. sayang buku-buku seperti ini harganya agak mahal

  2. sudah begitu, cuma sehari dah selesai ditempel semua😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: