Jika Anak Phobia Air

Bungsuku Rafa berusia 2,5 tahun punya masalah phobia air. Sebenarnya ketakutannya tidak pada semua air, karena kalau mandi dia suka berendam dalam waktu lama, tak jarang mesti dipaksa untuk keluar dari bak dan mengakhiri semua aktivitasnya. Phobianya hanya pada air yang mengalir dan dalam volume yang besar seperti air sungai, danau dan air laut.

Phobia air bungsuku ini dulunya cukup parah. Ini mulai terdeteksi saat aku dan ayahnya mengajaknya ke sebuah tempat wisata dengan danau buatan, dimana disana kami menyewa sepeda air berbentuk bebek. Awalnya, dia senang sekali tapi selang beberapa saat, dia menjadi histeris dan menangis minta pulang ke rumah secepatnya. Lain waktu kami berdua mengajaknya ke cek dam dengan sebuah saung ditengah kolam ikan yang cukup luas, disana kita bisa langsung memberi makan ikan-ikan mas dari saung tadi. Hal serupa terjadi, awalnya dia senang sekali tapi selang beberapa saat dia jadi histeris dan menangis minta segera pergi dari tempat itu.Pernah juga, kami mengajaknya ke “senggol” (sebutan pasar malam dekat pantai di pare-pare), saat menunggu pesanan makanan iseng-iseng kududukkan dia di kursi dengan posisi menghadap ke laut karena pemandangan sore itu sangat indah.  Tak berbeda dengan kejadian sebelumnya, awalnya dia senang  melihat perahu nelayan dan kapal-kapal yang melintas tapi tiba-tiba histerisnya kambuh lagi. Sampai-sampai makanan yang sudah terhidang terpaksa minta dibungkus saja karena tak bisa menguasai ketakutan bungsuku itu. Sedih dan bingung kami dibuatnya.

Aku tak tahu, apa penyebab pasti bungsuku ini menjadi takut air karena dulunya dia tak seperti itu. Apa karena dia pernah melihat kakak dan ayahnya pernah digulung ombak di pantai Lumpue saat sedang bermain pasir? Padahal kakak dan ayah malah tertawa-tawa karena seru. Saat itu dia memang histeris dan memanggil ayah dan kakak berkali-kali untuk segera menjauh dari air laut. Tapi entahlah, itu hanya menduga-duga saja.

Beruntung, phobia airnya sekarang mulai berkurang. Ini terbukti saat liburan kemarin, kami (aku dan ayah) mengajaknya naik sepeda air bebek lagi, tujuannya untuk terapi. Tentu saja dengan dibumbui berbagai rayuan dan hal-hal menarik, salah satunya bermain peran.  Seolah kami sedang bermain perang-perangan. Kakak dan adik sebagai serdadu dan bersiap menembak musuh di depan. Ayah sebagai kapten kapal (bertugas mengayuh), Bunda navigatornya.  Jadi sepanjang perjalanan yang terdengar keriuhan “doooor… doooorrrr….”, “tembak……. musuh di depan”, “kiri, kanan, awas….” begitulah sampai sepeda airnya merapat. Alhamdulillah, bungsuku sama sekali tak histeris seperti sebelumnya.

Setelah naik sepeda air

Ayah juga mengajak adik kakak bermain air dan mandi di bendungan. Awalnya agak takut, tapi setelah main ciprat-cipratan air, akhirnya mereka suka. Salah satu bentuk terapi juga, hehehe
Terakhir saat kuajak adik kakak ikut rekreasi keluarga besar puskesmas tempatku bekerja ke pantai Dewata di Wakka Kabupaten Pinrang, pertengahan januari kemaren, phobia airnya semakin berkurang. Seperti sebelumnya, awalnya agak sedikit takut, tapi lama kelamaan mereka akhirnya menikmati serunya bermain pasir di pantai dan sesekali disapu buih ombak.

Adik dan Kakak sedang asyik bermain pasir di pantai

Ayah, Bunda…. Ketakutan anak-anak pada sesuatu seperti takut air, takut gelap, takut ditinggalkan, takut petir, dan ketakutan lainnya merupakan hal yang wajar. Ketakutan ini ada pada setiap anak, hanya saja kadarnya yang berbeda, ada sedikit dan ada pula yang banyak. Tapi usahakan jangan memberi label “penakut” pada mereka. Karena bisa jadi ini akan melekat di benak mereka dan akhirnya mereka berfikir klo mereka itu benar-benar seorang penakut. Cobalah untuk memberi terapi, menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri mereka. Kalaupun tak bisa menghilangkan semua ketakutannya, minimal bisa mengurangi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: